Bergantung pada GPS Bisa Menyebabkan Otak Kita Menjadi Malas dan Bodoh

0
31

Bergantung pada GPS Bisa Menyebabkan Otak Kita Menjadi Malas dan BodohBergantung pada GPS Bisa Menyebabkan Otak Kita Menjadi Malas dan Bodoh

Memalukan.info – Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze mungkin saja tampak seperti bikin Anda lebih mudah untuk mendapatkan informasi perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi tahukah Anda, kalau berdasar pada studi paling baru aplikasi ini sesungguhnya dapat membuat otak kita menjadi malas serta bodoh.

Ahli saraf serta ilmuwan kognitif dari University College London baru-baru ini menerbitkan satu studi. Yang tunjukkan kalau orang yang memakai ingatan mereka untuk menuju ke satu tempat mempunyai kemampuan memikirkan lebih tinggi dibanding mereka yang condong bergantung dengan petunjuk navigasi.

Para ilmuwan menyimpulkan ini dengan melacak aktivitas otak dari 24 orang yang bersedia jadi objek studi. Penelitian ini dikerjakan dengan menavigasi daerah di seputar Soho, London. Pada tes pertama, peserta mesti mencari tahu maksud mereka sendiri, tanpa ada memakai bantuan aplikasi navigasi apa pun. Namun dalam tes kedua, mereka disuruh menuju ke satu tempat dengan memakai bantuan arah dari aplikasi navigasi. Hasilnya, ternyata mereka yang memakai memori mereka untuk hingga ke maksud memiliki kesibukan otak yang lebih tinggi dibanding mereka yang bergantung pada aplikasi.

Menurut Hugo Spiers, penulis utama studi itu, hal ini mungkin saja begitu tak baik bagi kita. Sebaiknya kita membiasakan melatih otak kita untuk bekerja serta memikirkan. Orang-orang yang mengandalkan memorinya untuk menavigasi arah maksud menunjukkan ada kesibukan yang lebih banyak di hipokampus mereka. Hipokampus adalah sisi dari otak besar yang berhubungan dengan emosi, memori, dan sistem saraf otonom.

Spier menyampaikan kalau kesibukan hipokampus bakal bertambah bersamaan dengan kompleksitas jalanan. Tetapi, kesibukan otak akan tidak bertambah dengan adanya skenario GPS. Mereka condong tak perduli ada berapakah banyak persimpangan maupun pergantian arah yang perlu dilewati.

Spier yakin bila hipokampus bisa alami atrofi yakni pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf apabila orang selalu tergantung pada aplikasi GPS serta tak mempekerjakan otak mereka. Ternyata, terlebih dulu ada pula peneliti neurologis yang beri dukungan teori ini. Bahkan, mereka mengatakan kalau atrofi hipokampus bisa dikaitkan dengan peningkatan resiko demensia dan penyakit alzheimer.

Penelitian sebelumnya juga tunjukkan kalau menghafal wejangan arah di jalanan dan navigasi dari memori bisa menambah kesibukan di hipokampus. Pada tahun 2011, rangkaian peneliti mengungkapkan satu studi yang tunjukkan bagaimana seseorang sopir taksi di London nyatanya mempunyai materi abu-abu yakni himpunan sel-sel yang berkorelasi pada penambahan kekuatan serta keterampilan yang padat dalam hipokampusnya yang beresiko positif pada kekuatan memori yang dimilikinya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here