Belajar membuat poached egg dari para ahli

0
26

Telur rebus tanpa kulit alias poached egg lebih nikmat jika dimasak dengan tepat. Telur rebus tanpa kulit alias poached egg lebih nikmat jika dimasak dengan tepat. © Joe Gough /Shutterstock

Penampakan telur rebus ini seolah menyembunyikan kuningnya. Begitu Anda membelah telur dengan garpu, kuning telur berlelehan menggoda lidah mencicipi gurihnya rasa.


Poached egg atau telur rebus tanpa kulit memang istimewa. “Salah satu kenikmatan hidup, yang bisa Anda buat dengan mudah.” Begitu kata koki tersohor Jamie Oliver.


Penulis kuliner Felicity Cloake, dikutip The Guardian menyatakan teori membuat telur poached memang simpel, eksekusinya tidak. Itu mengapa Cloake beropini, telur poached hanya jadi pilihannya jika orang lain yang memasak.


Anda tak harus mengekor Cloake dan menunggu koki membuatkan telur poached. Cobalah membuatnya sendiri.


Sebelum mulai, Jamie punya satu tip penting: pilih telur yang benar-benar baru, segar. Semakin baru telur Anda, bentuknya cenderung bertahan baik di dalam air.


Ada beberapa teknik merebus telur tanpa kulit dari beberapa koki dan penulis kuliner andal.


Metode koki asal AS ini menurut The Kitchn adalah yang paling simpel. Untuk mencobanya, sediakan sebuah peniti, pengukur waktu, dan tentu saja telur.


Cara membuatnya:

Rebus air hingga mendidihBuat bolongan kecil pada telur menggunakan peniti. Lubang kecil ini akan mengeluarkan udara di dalam telur. Karena ukurannya, isi telur tak akan keluar Rebus telur yang masih dalam kulitnya selama 10 detik saja. Tiriskan, lalu kecilkan api. Proses rebus 10 detik ini membantu kita mempertahankan bentuk telur saat nanti dipecahkan dan dimasukkan ke dalam air mendidih.Tunggu sampai kulit telur tak terlalu panas dipegang –beberapa detik saja– lalu pecahkan telur ke dalam air panas di panci.

Martha berkata, Anda hanya butuh tiga hingga empat telur berukuran cukup besar. Sediakan juga panci 12 inci bergagang.


Begini langkah memasaknya:

Rebus air setinggi kira-kira lima centimeter dalam panci, sampai gelembung air memenuhi bagian dasar dan sisi panci.Pecahkan telur di dua mangkuk berbeda. Jangan pakai telur yang kuningnya becah. Saat gelembung terlihat di permukaan air, aduk air hingga menciptakan pusaran kecilPerlahan tuang telur ke tengah pusaran air di dalam panci. Air yang bergerak akan membantu mempertahankan bentuk telur dengan baik.Masak telur tanpa gangguan sekitar tiga sampai empat menit, sampai putihnya matang, kuningnya masih cairGunakan spatula karet untuk melepaskan telur yang menempel di bawah panciAmbil sendok berlubang, angkat telur, tiriskan airnya. Sajikan di atas roti, dengan padanan avokad serta tomat. Taburkan lada dan garam sesuai selera.

Penulis kuliner The New York Times ini menawarkan dua cara meracik telur poached. Pertama seperti cara Martha, kedua menggunakan microwave.


Begini caranya:

Pecahkan telur di sebuah mangkuk kecilTuang air hangat sampai menutupi telur sekitar 1 centimeter.Masukkan ke dalam microwave, pilih pengaturan panas rendah, masak selama 20 hingga 30 detik.Periksa apakah putih telur sudah berubah menjadi lebih padat. Lanjutkan 10 hingga 15 detik sampai putih telur benar-benar padat. Kuning telur akan tersembunyi dengan baik di tengah.Keluarkan dari microwave, tiriskan air dalam mangkuk di atas saringan sambil menggoyang saringan.

Untuk mendukung eksperimen merebus telur tanpa kulit, simak juga tip dari New York Times berikut.

Untuk menghasilkan bentuk yang lebih baik, pecahkan telur di atas saringan atau sendok berlubang. Biarkan putih telur yang lebih encer lebih dulu masuk ke panci. Setelah itu masukkan kuning telur bersama putih telur yang kental ke dalam air rebusan.Anda bisa menyimpan telur poached di kulkas dalam wadah berisi air es. Keesokan harinya, panaskan dua menit dengan air hangat.Anda tak hanya bisa menggunakan air sebagai rebusan. Kaldu, krim, anggur, minyak zaitun, atau saus tomat bisa jadi alternatif rasa.