Begini Kronologi OTT Bupati Batubara

0
26

OTT Bupati Batubara PENJELASAN OTT BUPATI BATUBARA: Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) dan Alexander Marwata (kanan) menyaksikan penyidik memperlihatan barang bukti operasi tangkap tangan terhadap Bupati Batubara di Gedung KPK Jakarta, Kamis (14/9). KPK menetapkan lima tersangka kasus dugaan suap diantaranya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara berinisial HH serta menyita uang yang diduga sebagai suap sebesar Rp 346 juta. (Foto: AntWahyu Putro A). ARTIKEL TERKAIT KPK Geruduk Sumut, Ini Lima Tersangkanya Suap Dirjen Hubla, Hari Ini KPK Periksa Dua Saksi Terciduk OTT, Ini Jumlah Harta Milik Bupati Batubara KPK Geruduk Sumut, Hari Ini Hasil OTT Diumumkan Dua Auditor BPK Terlibat Pencucian Uang, KPK Lakukan Ini Jakarta, (Tagar 14/9/2017) – Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, ?(13/9). Lokasi OTT kali ini yakni di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan delapan orang dari sejumlah lokasi di daerah Batubara, Sumatera Utara yakni, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono, Kadis PUPR Pemkab Batubara Helman Hendardy, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, serta Staf Pemkab Batubara AGS, pihak swasta KHA dan Sopir Istri OK Arya MNR.

Adapun, kronologis OTT tersebut sebagai berikut:

Pada tanggal 12 September 2017, Bupati Batubara? OK Arya meminta Sujendi agar menyiapkan uang Rp 250 juta yang akan diambil oleh pihak swasta berinisial KHA di dealer mobil milik Sujendi di daerah Kota Medan, pada tanggal 13 September 2017.

Pada tanggal 13 September 2017, sekira pukul 12.44 WIB, KHA masuk ke dealer mobil milik Sujendi yang tak lama kemudian keluar lagi dengan membawa sebuah kantong plastik hitam .

Kemudian, tim KPK mengikuti pergerakan KHA dan mengamankan KHA di sebuah jalan yang akan menuju Amplas. Di dalam mobil tersebut, Satgas mengamankan uang tunai Rp 250 juta dalam kantong plastik hitam.

Selanjutnya, KHA kembali dibawa oleh tim KPK ke dealer mobil milik Sujeni tersebut. Dari dealer ini, tim KPK mengamankan Sujendi beserta dua karyawannya. Keempatnya dibawa ke Mapolda Sumatera Utara untuk diperiksa.

Pada pukul 13.00 WIB, tim KPK pun mengamankan kontraktor, Maringan Situmorang, di rumahnya di daerah Kota Medan.

Lalu saat sore menjelang Maghrib, tim KPK mengamankan seorang kontraktor lainnya yakni, Syaiful Azhar di kediamannya di daerah Medan Sunggal.

Tim bergerak kembali dan mengamankan Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Hendardy di ?rumahnya di Medan.

Sedangkan, di Kabupaten Batubara, tim yang berbeda mengamankan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen sekira pukul 15.00 WIB. OK Arya diamankan bersama sopir istrinya, MNR di Rumah Dinas Bupati.

Dari tangan Bupati Batubara, tim KPK menyita uang tunai Rp 96 juta.? Uang tunai tersebut diduga sisa dana yang disetor Sujendi kepada AGS, Staf Pemkab Batubara, atas permintaan Bupati sebesar Rp 100 juta.

Setelah itu, tim KPK bergerak mengamankan AGS di rumahnya di Kabupaten Batubara. Dari lokasi, tim KPK mengamankan buku tabungan Bank BRI atas nama AGS yang berisikan uang transfer.

Usai mengamankan kedelepan orang tersebut, tim KPK melakukan pemeriksaan awal di Mapolda Sumatera Utara.

Pada tanggal 14 September 2017, kedelapan? orang tersebut pun tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, sekira pukul 01.06 WIB dini hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lingk?ungan Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kelima tersangka tersebut yakni, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, seorang swasta pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono alias Ayen, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady, serta dua kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9)?. (sas) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here