Anak Buah Nazaruddin Divonis Tiga Tahun

0
10

Marisi Matondang SIDANG VONIS MARISI MATONDANG: Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Marisi Matondang menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/9). Mantan anak buah Nazaruddin tersebut divonis tiga tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan. (Foto/Sigid Kurniawan). ARTIKEL TERKAIT Yosef Sumartono Akui Marliem Berikan 200 Ribu Dolar Untuk E-KTP Setya Novanto Mangkir, MAKI: Bisa Dijemput Paksa Demi Keadilan Izin Berobat, Wow Ternyata Surat Dokter Sebut Miryam Pura-pura Ahli Hukum Nyatakan Miryam Penuhi Unsur Perbuatan Korupsi Sekilas Penjara Cibinong Pilihan Fahd El Fouz Jakarta, (Tagar 13/9/2017) – Terkait kasus korupsi berupa pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana (RS PKPIP UNUD) tahun 2009, Marisi Matondang yang merupakan anak buah mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Marisi Matondang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki Widodo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/9).

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut agar Marisi divonis empat tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintahan yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi. Hal yang meringankan terdakwa sopan, tidak berbelit-beli, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga dan tidak mendapat keuntungan dari proyek serta ditetapkan sebagai ‘justice collaborator’,” tambah hakim Ibnu.

Marisi ditetapkan sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) berdasarkan keputusan pimpinan KPK RI No Kep-943/01-55/08/2017 tanggal 10 Agustus 2017 karena ia sebagai Direktur Administrasi Permai Grup dan direktur PT Mahkota Negara menerima arahan dari Muhammad Nazaruddin untuk melakukan rekayasa yang bertujuan agar PT Mahkota Negara memenangkan pengadaan tersebut sehingga Marisi dinilai bukan pelaku utama.

Kerugian negara yang ditimbulkan oleh perbuatan Marisi adalah sebesar Rp 7 miliar yang berasal dari penyusunan harga perhitungan sendiri (HPS) hasil usulan tim Nazaruddin yang sudah digelembungkan terlebih dulu. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here