Akademisi Ini Sebut Saracen Ditangkap, Berita Hoax Turun 50%

0
42

Hoax

Ilustrasi ARTIKEL TERKAIT Dedy Mawardi Minta Eggi Sudjana Patuhi Proses Hukum Ini Barang Bukti dari Abdullah Harsono Pendiri Saracen Menkominfo: Saracen Belum Diblokir Untuk Bantu Polisi Polri: Tunggu, Keterlibatan Eggi Dengan Saracen Satu Tersangka Dibekuk Lagi, Apakah Saracen Masih Aktif? Jakarta, (Tagar 19/9/2017) – Dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Hamim Ilyas mengatakan penegakan hukum terhadap pelaku penyebar berita bohong dan penghasut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pengalaman menunjukkan bahwa beberapa kasus konflik yang terjadi di negara ini juga karena media sosial.

“Setelah Saracen itu ditemukan maka hoax di medsos itu turun sampai 50 persen,” kata Hamim meyakinkan bahwa penegakan hukum penting untuk menekan peredaran berita bohong.

Yang tak kalah penting, kata Hamim, media mainstream harus menjaga objektivitas di dalam menyuguhkan berita dan informasi agar tetap dipercaya publik.

Menurut dia, ada bahaya besar apabila publik kehilangan kepercayaan kepada media mainstream dan beralih penuh ke media sosial yang justru lebih rawan digunakan untuk menyebarkan berita bohong (hoax).

“Masyarakat akan mudah diadu domba dan termakan isu,” ujar Hamim yang juga Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah di Jakarta, Senin (18/9) kemarin.

Menurut dia tantangan terbesar media mainstream untuk menjaga objektivitas adalah intervensi pemilik modal. Namun, untuk tetap menjadikan pers sebagai pilar keempat demokrasi maka pemilik modal harus mau menjaga objektivitas medianya.

Saat ini, menurut dia, harus diakui bahwa upaya adu domba tidak hanya dilakukan melalui media sosial, bahkan media mainstream pun ikut melakukannya. (Fet/Ant) [ FET ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here