7 cara menjaga pakaian tetap awet

0
52

Ilustrasi pakaian yang terawat.

Ilustrasi pakaian yang terawat. © lithian /Shutterstock

Setelah mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli pakaian, tentu Anda berharap bisa dipakai berulang dan tahan lama. Ada beberapa hal yang bisa membuat pakaian cepat rusak dan tidak tahan lama. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ingat (dan lakukan) agar pakaian-pakaian bisa tahan lama:


1. Gunakan putaran ringan


Bila Anda akan mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, pastikan jenis kekuatan putaran yang dipilih adalah yang paling ringan. Nama pengaturannya bisa berbeda di setiap merek, umumnya pakai kata ‘delicate’.


Gunakan putaran dengan tingkat paling ringan guna menjaga serat dan kekuatan bahan pakaian tetap prima. Bahan pakaian apapun, tidak harus pakaian tipe lembut saja yang sah menggunakan putaran paling ringan. Sweater, jin, sampai kaus, disarankan pakai pengaturan ini.


2. Air dry


Bahasa kerennya, air dry; maksudnya diangin-anginkan. Bila tak terlalu kotor atau baru dipakai sebentar, angin-anginkan saja pakaiannya. Bila terlalu sering dicuci kemudian dikeringkan, panas dari pengering di mesin cuci bisa merusak bahan, sablon, dan jahitan.


3. Pilih-pilih deterjen


Ada banyak sekali tipe deterjen di pasaran. Bisa jadi hal yang lebih sulit ketimbang memilih menu makan apa nanti malam. Bila memungkinkan dan masuk dalam bujet, pilihlah jenis deterjen yang alami. Umumnya, deterjen jenis ini lebih lembut untuk semua jenis pakaian. Zat kimiawi buatan bisa terlalu keras dan merusak bahan pakaian.


Sebelum membeli deterjen, cek bahan dasarnya. Pilih yang tak terlalu panjang, bebas dari bahan pemutih atau pewarna, maupun pewangi. Bila ingin lebih aman lagi, coba buat sendiri deterjen alami Anda, ada banyak tutorial di internet untuk ini.


4. Perhatikan cara penyimpanan


Cuaca dan suhu ekstrem bisa merusak bahan pakaian. Bila Anda tipe yang punya siklus pakaian, beda musim beda pakaian, maka pastikan Anda punya sistem penyimpanan yang tepat. Simpan pakaian yang sedang tidak dipakai di kotak plastik atau plastik penyimpanan kedap udara untuk mencegah perusakan oleh serangga maupun penumpukan debu. Jauhkan dari sinar matahari juga.


5. Beri ruang


Pakaian menumpuk dan berantakan di dalam lemari? Wah, sudah saatnya untuk segera dibereskan. Ketika pakaian menumpuk dan berdesakan di dalam lemari artinya Anda akan sering menarik-mendorong pakaian-pakaian ini. Sering diperlakukan seperti ini bisa membuat pakaian jadi melar dan rusak.


Selain itu, menumpuk pakaian juga bisa membuat pakaian kusut sehingga harus sering disetrika–yang bisa menurunkan daya pakai pakaiannya. Bila memungkinkan, buat kondisi lemari cukup lengang untuk pakaian bisa tersimpan rapi.


6. Lipat dan gantung


Beberapa tipe pakaian tidak bisa bertahan lama bila digantung menggunakan hanger. Pakaian yang punya daya rentang (stretch) bisa cepat rusak bila digantung dengan hanger. Tipe pakaian seperti ini sebaiknya dilipat dan disimpan di laci atau kotak plastik.


Bila perlu menggantung pakaian, hindari penggunaan hanger dari bahan kawat karena bisa menimbulkan bekas pada pakaian. Pilih tipe hanger yang berbusa dan penampangnya agak lebar.


7. Bersihkan noda secepatnya


Tak ada yang pernah tahu kapan, tapi baju kesayangan ketumpahan atau terkena noda sesuatu sangat mungkin terjadi. Untuk mencoba mempertahankan yang ada, cobalah bersihkan secepatnya tiba di rumah. Bersihkan dengan stain remover (sudah banyak dijual di minimarket Indonesia) dan cuci secepatnya. Keringkan dengan cara jemur angin-angin, dan cuci lagi bila perlu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here